abar gembira datang dari Universitas Terbuka (UT) Majene.
Sebanyak 21 mahasiswa kreatif dari kampus tersebut berhasil mengamankan pendanaan dalam program pengabdian masyarakat skema kewirausahaan mahasiswa tahun 2026 yang diumumkan pada Rabu18 Februari 2026.
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa generasi muda Sulawesi Barat siap bertransformasi dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Inovasi Pangan dan Pengolahan Limbah
Mahasiswa UT Majene menunjukkan ketajaman dalam melihat potensi sumber daya alam sekitar.
Di sektor hilirisasi produk pangan dan pengolahan limbah, beberapa nama menonjol:
– Rosmanita (Manajemen) berhasil memanfaatkan hama Telescopium menjadi produk bernilai ekonomi tinggi di Desa Batuoge.
– Suryani mengembangkan varian rasa baru pada keripik singkong tradisional di Waeputeh.
– Trisnawati memperkenalkan “NUTEMAR” (Nugget Tempe Mandar) sebagai inovasi jajanan sehat berbasis pangan lokal.
– Nopa Saputri K mengolah biji kakao menjadi bubuk cokelat siap pakai.
– Wahyu dan Yusmaniar fokus pada pengembangan produk pisang, baik dalam bentuk keripik premium maupun nugget inovatif.
Modernisasi Layanan dan Ekonomi Digital
Selain produk fisik, lini jasa dan digitalisasi juga menjadi kekuatan utama tim UT Majene.
– Hatija dan Nasita bergerak pada penguatan identitas branding dan pemasaran digital, baik untuk mahar pernikahan maupun produk bakso kreatif.
– Muhammad Aditya Pratama membawa inovasi pada layanan BRILink dan unit seluler di Kabupaten Majene.
– Rifky Afdala, Muh. Agus Syam, dan Bayu Oktaviansyah masing-masing melakukan transformasi pada usaha pencucian kendaraan dan pangkas rambut dengan peralatan modern.
– Rekha Nanda Putri melakukan optimalisasi penyimpanan dan pemasaran digital untuk produk mi homemade “MAKANMIEKI”.
Keberlanjutan dan Sektor Rill
Proyek ini juga menyentuh sektor rill yang fundamental. Abd. Rahman mengembangkan UMKM peternakan udang, sementara Iin Mulkyah Abd Rahman fokus pada manajemen kandang ayam kampung di Bukit Timur.
Di sisi lain, Nurannisa menerapkan teknologi tepat guna melalui mesin pemecah cangkang kemiri untuk membantu petani lokal.
Keberagaman proyek ini, mulai dari usaha buket kreatif oleh Nur Intan Saputri hingga kuliner kekinian Souffle Pancake oleh Rahmaniah Amir Rais, menunjukkan bahwa kurikulum di UT Majene mampu memicu kreativitas di berbagai bidang.
Pendanaan yang diraih para mahasiswa ini diharapkan menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi mikro di Sulawesi Barat.
Pihak UT Majene menegaskan bahwa keberhasilan lolos seleksi ini hanyalah awal dari perjalanan panjang para mahasiswa untuk menjadi pengusaha muda yang berdampak bagi masyarakat luas.