Dilema antara melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi atau segera bekerja untuk membantu ekonomi keluarga sering kali menjadi beban bagi lulusan SMA sederajat di Sulawesi Barat. Menjawab tantangan tersebut, tim Sosialisasi dan Promosi (SOSPROM) Universitas Terbuka (UT) Majene turun ke lapangan untuk memperkenalkan sistem pendidikan yang memberikan kebebasan penuh bagi mahasiswanya.
Dalam rangkaian kunjungan ke berbagai sekolah di enam kabupaten se-Sulbar sejak 14 Januari – 29 Januari 2026, UT Majene membawa pesan utama: “Kuliah tidak harus menghentikan produktivitas Anda.” Melalui sistem belajar jarak jauh, UT menawarkan fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh kampus konvensional lainnya. Kunjun
Pendidikan yang Mengikuti Ritme Kehidupan
Banyak pemuda di Sulawesi Barat yang memiliki tanggung jawab besar, mulai dari membantu orang tua di sektor pertanian dan perikanan, hingga mereka yang sudah bekerja di sektor formal maupun informal. Bagi mereka, kehadiran tim SOSPROM UT Majene menjadi secercah harapan.
“Kami ingin menghapus stigma bahwa kuliah itu harus duduk di kelas dari jam delapan pagi sampai jam empat sore. Di UT Majene, waktu adalah milik mahasiswa. Anda yang mengatur kapan ingin belajar, kapan ingin bekerja, dan kapan ingin beristirahat,” ungkap Marwa, S.S selaku anggota tim SOSPROM di hadapan para siswa.
Sistem asynchronous learning yang diterapkan UT memungkinkan mahasiswa mengakses materi kuliah melalui Learning Management System (LMS) kapan saja. Baik itu di malam hari setelah pulang bekerja, atau di akhir pekan saat waktu luang, akses pendidikan tetap terbuka lebar dalam genggaman gawai masing-masing.

Mendukung Kemandirian Generasi Z
Selain fleksibilitas waktu, aspek kemandirian menjadi poin penting yang ditekankan dalam sosialisasi ini. Generasi Z yang dikenal sangat akrab dengan teknologi digital diajak untuk menjadi subjek aktif dalam pendidikannya sendiri.
Di UT Majene, mahasiswa didorong untuk memiliki manajemen waktu yang baik. Kemandirian ini bukan berarti belajar sendirian tanpa arahan; UT menyediakan tutor-tutor ahli yang mendampingi melalui tutorial online (Tuton) maupun tutorial tatap muka (TTM) bagi yang menginginkan.
“Siswa di Sulawesi Barat memiliki potensi kemandirian yang tinggi. Kami datang untuk memfasilitasi potensi itu. Dengan kuliah di UT, mereka belajar menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab terhadap masa depannya sendiri tanpa harus meninggalkan aktivitas sosial dan ekonomi mereka,” tambah tim SOSPROM.

Relevansi di Era Digital
Antusiasme terlihat di salah satu sekolah di Kabupaten Polewali Mandar, di mana seorang siswa bertanya mengenai kemungkinan kuliah sambil merintis usaha UMKM. Tim SOSPROM dengan tegas menjawab bahwa UT adalah “mitra terbaik” bagi para wirausahawan muda. Dengan kurikulum yang relevan dengan dunia kerja dan sistem belajar digital, mahasiswa bisa langsung mempraktikkan ilmu yang didapat ke dalam aktivitas profesional mereka.
Hal ini menjadikan UT Majene bukan sekadar tempat mencari ijazah, melainkan laboratorium kehidupan di mana teori dan praktik bisa berjalan beriringan secara selaras.
Pendaftaran Mudah, Masa Depan Cerah
Menutup rangkaian sosialisasi, tim mengajak para siswa untuk tidak ragu melangkah. Kebebasan belajar yang ditawarkan UT Majene diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Sulawesi Barat, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum.
Bagi masyarakat Sulawesi Barat yang ingin merasakan pengalaman kuliah yang fleksibel, mandiri, dan berkualitas, pendaftaran dapat dilakukan dengan sangat mudah melalui jalur online di laman admisi-sia.ut.ac.id. Dengan UT Majene, meraih gelar sarjana kini bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau tanggung jawab di rumah.