Aparatur Sipil Negara (ASN) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pasangkayu, Tri Ahmad Setiawan tercatat sebagai lulusan terbaik program magister Universitas Terbuka (UT) Majene pada Wisuda Daerah Tahun Akademik 2025/2026 Genap di Hotel Maleo Convention, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (19/10/2026).
Tri Ahmad menyelesaikan pendidikan magister dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00 setelah menempuh perkuliahan selama hampir empat tahun.
Di tengah kesibukannya, ia mampu menuntaskan pendidikan melalui sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan UT Majene.
Tri mengaku, fleksibilitas perkuliahan menjadi salah satu hal yang membantunya menjalani pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.
“Dalam dunia kerja, kami dituntut menjalankan tugas, sehingga perkuliahan di UT sangat memudahkan kami,” kata Tri Ahmad Setiawan saat diwawancarai tribun-sulbar.com usai prosesi wisuda, Senin (19/10/2026).
Perjalanan pendidikan Tri Ahmad di UT Majene bermula setelah ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Muhammadiyah Palu.
Setelah itu ia lolos bekerja sebagai ASN, ia mulai mengenal UT melalui rekan-rekannya yang lebih dahulu menempuh pendidikan di kampus tersebut.

Ia kemudian memutuskan melanjutkan pendidikan magister di UT Majene sebagai upaya mengembangkan diri dan meningkatkan kapasitas akademiknya.
Tri Ahmad mulai menjalani perkuliahan di UT Majene sekitar 2022. Selama hampir empat tahun, ia harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab akademik.
Menurutnya, perkuliahan tetap memiliki tantangan, terutama dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik di tengah kesibukan pekerjaan. Namun, ia berusaha menjalani setiap proses dengan konsisten.
“Tetapi, kami nikmati dan laksanakan, sambil tetap mengimbangi dengan pekerjaan yang ada,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan staf, pengelola UT Majene, serta Direktur UT Majene yang menurutnya membantu kelancaran proses perkuliahan hingga berhasil menyelesaikan pendidikan Magisternya.
Dukungan Keluarga dan Pimpinan
Keberhasilan Tri meraih predikat lulusan terbaik tidak terlepas dari dukungan keluarga dan lingkungan kerjanya.
Ia mengaku, istri dan kedua anaknya menjadi bagian penting dalam perjalanan menyelesaikan pendidikan magister.
Selain keluarga, dukungan juga datang dari pimpinan Rutan Kelas IIB Pasangkayu serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Barat.
Menurut Tri, dukungan tersebut memberikan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan melalui pendidikan formal.
Berencana Lanjut Pendidikan Doktor
Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan magister dengan IPK 4,00, Tri tidak ingin berhenti mengembangkan kapasitas akademiknya. Ia berharap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral atau S3 dalam waktu dekat.
Bagi Tri, pendidikan merupakan salah satu cara untuk terus mengembangkan diri, terlebih bagi ASN yang memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap pengalamannya menempuh pendidikan sambil bekerja dapat menjadi motivasi bagi rekan-rekan ASN lainnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Menurutnya, sistem pembelajaran jarak jauh yang ditawarkan UT memberikan kesempatan bagi para pekerja untuk meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga. (*)