Bagi mahasiswa yang berdomisili di wilayah dengan tantangan geografis yang tinggi, agenda Ujian Akhir Semester (UAS) kerap kali menjadi momen yang menguras energi dan biaya. Namun, pemandangan berbeda terlihat pada pelaksanaan UAS Universitas Terbuka (UT) semester ini. Kebijakan responsif yang diturunkan oleh UT Pusat secara serentak ke berbagai daerah—termasuk UT Majene di Provinsi Sulawesi Barat—berhasil mengubah paradigma ujian menjadi pengalaman yang jauh lebih fleksibel, ramah, dan mempermudah mahasiswa.
Tantangan jarak kini bukan lagi hambatan berkat hadirnya tiga skema ujian yang adaptif. Bagi mahasiswa yang memilih metode langsung melalui Ujian Tatap Muka (UTM) pada tanggal 20 Juni 2026, maupun Ujian Online (UO) yang dijadwalkan secara bergelombang pada 21–23 Juni, 27–28 Juni, dan 4–5 Juli 2026, UT Majene telah mendekatkan fasilitas ujian ke wilayah domisili mereka.
Akses logistik yang luar biasa ini diwujudkan dengan menyediakan titik lokasi ujian strategis di sekolah-sekolah di seluruh kabupaten Sulawesi Barat. Di Kabupaten Majene, ujian bertempat di SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMKN 1, dan SMKN 2 Majene. Bagi mahasiswa di Polewali Mandar, lokasi terdekat mencakup SMAN 1, SMAN 2, dan SMKN 1 Polewali. Di Mamuju, akomodasi ujian disediakan di SMPN 1, SMPN 2, SMAN 1, SMAN 2 Mamuju, serta SMKN 1 Rangas. Mahasiswa di Mamuju Tengah dapat menjangkau SMPN 6, SMAN 1, dan SMKN 1 Topoyo. Untuk wilayah Pasangkayu, lokasi ujian disiapkan di SDN 1, SMAN 1, dan SMAN 2 Pasangkayu, sedangkan mahasiswa di Kabupaten Mamasa difasilitasi di SMAN 1 Mamasa dan SMKN 1 Mamasa.

Keleluasaan terbesar murni dirasakan melalui skema baru Ujian Automatic Online Proctoring (UAOP) yang berlangsung dari 21 Juni hingga 5 Juli 2026. Dengan basis aplikasi Safe Exam Browser (SEB), skema ini memberikan dampak positif yang luar biasa bagi kenyamanan mahasiswa. Mereka yang bekerja atau tinggal di pelosok pegunungan kini dapat mengikuti ujian langsung dari rumah masing-masing tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke sekolah-sekolah pusat ujian di atas, sehingga secara nyata mampu memangkas biaya akomodasi.
Antusiasme terhadap kemudahan akses ini terbukti berhasil memayungi kisaran2687 hingga 5000 mahasiswa aktif UT Majene pada semester ini. Melalui pendekatan yang humanis dan adaptif ini, UT Pusat bersama UT Majene berhasil meruntuhkan sekat-sekat geografis dan memastikan pendidikan tinggi yang berkualitas dapat diakses dengan mudah, adil, dan nyaman oleh siapa saja. (*)