082193848246

(0422) 22224

Kisah Sitti Syamsinar, Lulusan Terbaik UT Majene, Perjuangan Membiayai Kuliah Sendiri Terbayar

Haru dan bahagia dirasakan Sitti Syamsinar pada momen wisuda Universitas Terbuka (UT) Majene di Grand Maleo Hotel and Convention, Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (19/10/2026).

Mahasiswa Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, itu ditetapkan sebagai lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,81 pada wisuda semester genap Tahun Akademik 2025/2026.

Perjuangannya mengumpulkan biaya kuliah melalui usaha kecil selama tiga tahun sebelum mendaftar di UT Majene seolah terbayar hari ini.

Syamsinar merupakan wisudawan asal Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. Daerah tersebut berjarak kurang lebih 117 kilometer dari pusat Kota Mamuju.

Pencapaian ini menjadi momen istimewa bagi Sitti Syamsinar.

Sebab, ia sempat bekerja dan membangun usaha jahit sendiri selama tiga tahun setelah lulus dari SMKN 1 Topoyo.

Ia lulus pada 2018, lalu membuka usaha jahit bernama Sinar Butik.

Di SMKN 1 Topoyo, Desa Tabolang, ia mengambil jurusan Tata Busana.

Semua itu dilakukan Syamsinar karena keterbatasan ekonomi yang membuatnya tidak bisa langsung melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi.

Dari hasil kerja kerasnya tersebut, Sitti Syamsinar akhirnya bisa membiayai kuliahnya sendiri.

Kesempatan melanjutkan pendidikan datang setelah ia memperoleh informasi mengenai Universitas Terbuka.

Pada 2022, ia memutuskan mendaftar sebagai mahasiswa Program Studi S1 Manajemen UT Majene.

“UT sangat membantu bagi orang seperti saya yang sebelumnya tidak bisa langsung melanjutkan kuliah,” kata Sitti Syamsinar saat diwawancarai Tribun-Sulbar.com seusai wisuda.

Baginya, sistem pembelajaran UT yang fleksibel menjadi salah satu faktor penting yang membantunya menjalani perkuliahan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

Di tengah kesibukan mengelola usaha, ia tetap berusaha membagi waktu untuk belajar dan menyelesaikan setiap tahapan perkuliahan.

Kuliah Sambil Mengurus Suami dan Bayi

Tantangan Sitti semakin bertambah ketika menjalani masa kehamilan hingga memiliki seorang bayi saat masih berstatus mahasiswa.

Ia mengaku mengalami masa tersebut ketika berada di semester enam.

Sementara itu, semester tujuh menjadi salah satu periode tersibuk dalam perjalanan akademiknya.

Di tengah tanggung jawab sebagai ibu dan istri serta kesibukan mengurus usaha, ia tetap berupaya menyisihkan waktu untuk belajar, terutama menjelang ujian.

Fleksibilitas pembelajaran di UT membuatnya dapat menyesuaikan waktu belajar dengan aktivitas sehari-hari.

Meski harus membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, dan kuliah, Sitti mengaku tidak pernah melewatkan ujian selama menjalani pendidikannya.

Perjuangannya tersebut akhirnya berbuah manis.
Ia berhasil menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun dengan IPK 3,81 sekaligus meraih predikat lulusan terbaik program sarjana UT Majene.

Sitti Syamsinar mengaku sangat bangga dan bahagia atas pencapaian tersebut, terlebih karena prestasi itu diraih di tengah kesibukannya mengurus pekerjaan dan keluarga.

Berharap UT Membuka Peluang bagi Mahasiswa Lain

Keberhasilan Sitti menjadi lulusan terbaik tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga memperkuat keyakinannya bahwa kesempatan melanjutkan pendidikan harus terbuka bagi siapa saja.

Ia berharap UT terus membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun kondisi ekonomi sehingga tidak bisa langsung mengenyam pendidikan tinggi setelah lulus sekolah.

Menurutnya, pengalaman kuliah sambil bekerja menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tetap bisa ditempuh meskipun seseorang memiliki tanggung jawab lain di luar perkuliahan.

Ke depan, Sitti berharap pencapaian yang diraihnya dapat menjadi bekal untuk mengembangkan karier dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Ia juga berharap semakin banyak orang yang memiliki kesempatan seperti dirinya untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun tanggung jawab keluarga.

Kisah Sitti Syamsinar menjadi gambaran bahwa keterbatasan ekonomi dan kesibukan tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.

Dengan tekad, kerja keras, dan dukungan sistem pembelajaran yang sesuai, peluang untuk meraih prestasi tetap terbuka.(*)

MUH. IQBAL NOOR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts