082193848246

(0422) 22224

Wabup Mamuju Yuki Permana Minta UT Majene Berkontribusi Majukan Daerah Melalui Kapasitas Intelektual

Dalam rangka giat wisuda I tahun akademik 2026, jajaran pimpinan Universitas Terbuka (UT) Majene melaksanakan audiensi bersama Wakil bupati Mamuju, Yuki Permana di ruang kerja Wabup Mamuju, Selasa (5/5/2026).

Rencananya, sebanyak 350 mahasiswi dan mahasisa UT Majene akan mengikuti giat wisuda I tahun akademik 2026, di Hotel Maleo and Convention Mamuju, Sulawesi Barat pada Senin, 11 Mei 2026 mendatang.

Hadir menemui Yuki yakni Direktur UT Majene, Devi Ayuni bersama Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni Fitriadi Nurdin dan Surahmansyah Manajer Keuangan, Sumber Daya dan umum.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Dalam kesempatan tersebut, Yuki Permana menekankan pentingnya pendidikan dan peran perguruan tinggi, dalam mendukung pembangunan berbasis pendekatan ilmiah.

“Tentunya arah pembangunan Sulawesi Barat, khususnya Mamuju tak lepas dari sektor pendidikan terutama Pendidikan Tinggi sebab kebijakan yang diambil berbasis data dan kajian ilmiah,” ujar Yuki.

Sehingga dia meminta UT Majene juga bisa terus berkontribusi aktif dalam kemajuan daerah melalui kapasitas intelektual.

Selain membahas agenda strategis, audiensi ini juga menjadi momen penyampaian undangan resmi kepada Pemkab Mamuju untuk menghadiri rangkaian wisuda I 2026 UT Majene.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Yuki Permana mengucapkan terima kasih, sekaligus apresiasi atas inisiatif UT Majene mendukung pembangunan daerah.

“Kami berharap UT Majene bisa terus berkontribusi mencetak SDM unggul,” ungkapnya.

Kerja Sambil Kuliah

Pada kesempatan sama, Direktur UT Majene Devi Ayuni juga menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah di Sulbar, mulai tingkat provinsi hingga kabupaten.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur UT Majene menjelaskan bahwa sistem pembelajaran di UT berbasis terbuka dan jarak jauh.

Sehingga memungkinkan ASN di Pemkab Mamuju tetap dapat mengikuti perkuliahan tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka.

“Sehingga kuliah bisa sambal tetap bekerja. Keduanya bisa tetap jalan beriringan,” kata Devi. (*)

MUH. IQBAL NOOR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts