Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Majene berpeluang mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar).
Program bantuan pendidikan tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa berprestasi dan berasal dari keluarga kurang mampu.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sulbar, Amir Dado, mengatakan Pemprov Sulbar telah memiliki nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Terbuka.
Namun, kerja sama tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama sebelum bantuan pendidikan bagi mahasiswa dapat dilaksanakan.
“Tinggal perjanjian kerja samanya untuk melanjutkan pemberian bantuan pendidikan kepada mahasiswa, terutama yang berprestasi dan berasal dari keluarga tidak mampu,” kata Amir Dado kepada wartawan Tribun-Sulbar.com saat diwawancarai seusai menghadiri wisuda UT Majene Periode II Tahun 2026 di Hotel Maleo, Senin (19/10/2026).
Amir hadir mewakili Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam prosesi wisuda tersebut.
Ia menjelaskan, mahasiswa UT Majene yang ingin mendapatkan beasiswa tidak otomatis menerima bantuan karena harus mengikuti proses seleksi yang ditetapkan pemerintah provinsi.
Menurutnya, tidak ada kuota khusus yang secara eksklusif dialokasikan untuk mahasiswa UT Majene. Calon penerima akan diseleksi melalui Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulbar.
Meski demikian, Amir menegaskan bahwa dukungan beasiswa menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sulawesi Barat.
Ia berharap kerja sama dengan Universitas Terbuka dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Kuliah Sambil Bekerja Jadi Keunggulan UT
Amir menilai Universitas Terbuka memiliki keunggulan melalui sistem pembelajaran jarak jauh yang memungkinkan mahasiswa melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun keluarga.
Menurutnya, sistem tersebut sangat membantu masyarakat yang ingin meraih gelar sarjana, tetapi memiliki keterbatasan waktu dan biaya untuk mengikuti perkuliahan di kampus konvensional.
Ia menyebut mahasiswa UT berasal dari beragam latar belakang profesi, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), anggota kepolisian, hingga pelaku usaha dan pekerja swasta.
Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, mahasiswa tetap dapat menjalankan pekerjaan sekaligus meningkatkan kualifikasi pendidikan.
Amir berharap lulusan UT tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam pekerjaan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Pemprov Sulbar Dorong Peningkatan SDM
Amir menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian penting dari pembangunan Sulawesi Barat.
Karena itu, pemerintah provinsi membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memperluas akses pendidikan, termasuk melalui dukungan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria.
Ia berharap kerja sama Pemprov Sulbar dan UT dapat segera ditindaklanjuti sehingga peluang bantuan pendidikan bagi mahasiswa bisa direalisasikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Dengan adanya dukungan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah setelah lulus. (*)